Langsung ke konten utama

RONA-RONA PEMBELAJARAN DARING UNTUK ANAK SD; #Stay at Home

Ibu yang sedang mendampingi putrinya dalam
proses pembelajaran daring
BERTAHAN BELAJAR, DALAM DRAMA SITUASI;
#Stay at Home
----------------------------------------------------------------
Lokdon, donlot, lontong, atau apalah istilah orang menyebutnya, adalah sebuah branding situasi saat ini yang nyaris melumpuhkan aktifitas dalam sendi kehidupan. Namun hal ini yang diyakini kelak akan menjadi kisah legenda pilu yang bakal terpahat dalam sejarah.
Namun sudahlah, ini adalah sebuah perjalanan dunia dalam meniti masanya. Kita sebagai wayangNya setidaknya telah diberi celah otoritas sebagai khalifah di bumi untuk senantiasa berikhtiar merawat dan mengubah nasib, namun selebihnya kita patut tunduk dalam menerima putusanNya.
Dalam ruang pendidikan, orang tua tetaplah orang tua dengan segenap atribut memori pada masanya. Anak-anak hari ini tetaplah manusia yang sedang menikmati dan mengukir sejarahnya. Ikuti, pelajari, dan kembangkan.
Masa belajar pada usia potensi, tidak boleh terlewat begitu saja. Setidaknya dengan keadaan hari ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk menyekenario situasi agar menjadi tema yang lebih  menantang namun tetap menyenangkan sehingga menjadi pengalaman belajar baru yang tidak terlupakan. Karena kita sesungguhnya faham bahwa diantara hal yang tidak bisa diulang adalah kesempatan.
Maka dari itu, kendati hari ini sarat dengan suasana yang mendorong kepanikan dan trauma di masyarakat, namun setidaknya kita bisa menyublimasinya ke arah ruang dan waktu yang lebih baik. Terutama buat anak-anak kita.
Proses video ceonference dalam praktik ibadah
(Matpel fiqih)
Gambar tersebut adalah kegiatan siswa-siswi kelas 2 SDNU Bagorejo 01 Gumukmas Jember. Sebuah bukti nyata bahwa ada diantara orang tua yang masih peduli dan antusias mendukung proses pembelajaran sempit namun serasa luas karena memanfatkan teknologi. Kendati kadang kesulitan karena belum terbiasa dengan beberapa apilkasi pembelajaran daring. Jika dibaca sekilas, mereka serasa tidak ingin iklim masa belajar putra-putrinya terputus begitu saja karena keadaan. Belajar tidak hanya di kelas, namun sadar, bahwa Allah dengan alam semestaNya menyediakan sumber belajar seluas-luasnya tanpa batas.
Hari ini mereka praktik sholat Shubuh + Qunut dengan bacaan nyaring dengan dokumentasi video conference dan praktik wudhu, orang tua sebagai pendukung dan fasilitator. Tiada rotan akarpun jadi. Tidak ada alasan untuk lepas dari suguhan teknologi informasi, orang tua harus mengikuti. Karna gadget tidak sekedar sarana hiburan, permainan, dan sosialita, namun manfaat besar saat situasi krisis seperti ini harus dimaksimalkan. Semoga badai ujan ini segera berlalu atas kehendak Allah SWT. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH PERANG DIPONEGORO (1825-1830)

BERAKHIRNYA PERANG JAWA: DIPONEGORO DITANGKAP SECARA LICIK Lukisan Ilustrasi Penangkapan Pangeran Diponegoro (Sumber: Galeri Mataram) Oleh: Akhmad Rudi Masrukhin Tanggal 28 Maret 1830 adalah hari bersejarah dalam babak perjalanan Bangsa Indonesia. Pada hari itu, Pangeran Diponegero ditangkap Belanda secara licik. Peter Carey dalam bukunya, "Takdir, Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855)" yang diterbitkan oleh Kompas Media Nusantara, menggambarkan penangkapan itu sebagai peristiwa yang sudah disiapkan sangat matang. Pada hari yang ditunggu-tunggu itu, 28 Maret 1830, pengawalan di kediaman residen ditingkatkan dua kali lipat dari yang biasa. Agar tidak menimbulkan rasa curiga, penangkapan sengaja dilakukan pada hari Minggu, saat semua serdadu berparade dalam seragam lengkap. Atas perintah De Kock, detasemen pasukan berkuda ke-7 dikirim ke Bedono di perbatasan Kedu-Semarang untuk menanti mengawal Pangeran ke Semarang (De Kock,'verslag', 1830). Sementara itu, kereta ku...

MERAWAT MASJID PERKUAT BASIS

Masjid Al Falah Kencong (Tampak dari alun-alun) REVITALISASI FUNGSI MASJID DAN PEMBENTENGAN AQIDAH BAGI WARGA NAHDLIYYIN by:ARM --------------------------------------------------------------------------------------------------- Sebagaimana istilah yang sering kita ucap dan dengar, bahwa kata Masjid berasal dari bahasa arab, yaitu diambil dari kata  “Sajada, Yasjudu, Sajdan” . Kata sajada yang berarti tempat bersujud, patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat dan ta’dzim. Untuk menunjukan suatu tempat, kata sajada dirubah bentuknya menjadi “ masjudun”  yang memiliki arti tempat sujud atau tempat menyembah Allah SWT. Dengan kata lain, bahwa masjid itu suatu tempat melakukan segala aktivitas manusia yang mencerminkan nilai-nilai kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Selain itu, masjid juga merupakan tempat orang berkumpul dan melakukan sholat secara berjama’ah, dengan tujuan untuk meningkatkan solidaritas dan silaturrahim di kalangan kaum muslimin (Gatot Susanta:200...

Strategi Mengatasi Anak Berkesulitan Belajar

STRATEGI MENGATASI KESULITAN BELAJAR Akhmmad Rudi Masrukhin, M.Pd.  Strategi menanggulangi kesulitan belajar merupakan bagian dari tugas dan profesionalisme seorang pendidik. Seorang siswa tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam menghadapi kesulitan belajar. Padahal anak yang mempunyai tipologi seperti inilah yang sesungguhnya memerlukan prioritas utama dalam pembelajaran. Kenakalan seorang anak atau siswa di sekolah tidak dapat diukur dari faktor hereditas (pembawaan), namun lebih lanjutnya pendidik harus mampu menganalisa lebih jauh serta mendiagnosis gejala yang terjadi dalam diri si anak tersebut.  Menurut Zakiyah Darajat: “Sekolah adalah lingkungan kedua tempat anak-anak berlatih dan menumbuhkan kepribadiannya”. [1] Jadi sekolah bukanlah sekedar tempat untuk menuangkan ilmu tetapi sekolah juga harus mendidik dan membina kepribadian si anak, di samping memberikan pengetahuann kepadanya. Karena itu, kewajiban sekolah pula untuk ikut membimbing si anak dal...