Langsung ke konten utama

Postingan

SEJARAH PERANG DIPONEGORO (1825-1830)

BERAKHIRNYA PERANG JAWA: DIPONEGORO DITANGKAP SECARA LICIK Lukisan Ilustrasi Penangkapan Pangeran Diponegoro (Sumber: Galeri Mataram) Oleh: Akhmad Rudi Masrukhin Tanggal 28 Maret 1830 adalah hari bersejarah dalam babak perjalanan Bangsa Indonesia. Pada hari itu, Pangeran Diponegero ditangkap Belanda secara licik. Peter Carey dalam bukunya, "Takdir, Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855)" yang diterbitkan oleh Kompas Media Nusantara, menggambarkan penangkapan itu sebagai peristiwa yang sudah disiapkan sangat matang. Pada hari yang ditunggu-tunggu itu, 28 Maret 1830, pengawalan di kediaman residen ditingkatkan dua kali lipat dari yang biasa. Agar tidak menimbulkan rasa curiga, penangkapan sengaja dilakukan pada hari Minggu, saat semua serdadu berparade dalam seragam lengkap. Atas perintah De Kock, detasemen pasukan berkuda ke-7 dikirim ke Bedono di perbatasan Kedu-Semarang untuk menanti mengawal Pangeran ke Semarang (De Kock,'verslag', 1830). Sementara itu, kereta ku...
Postingan terbaru

RONA-RONA PEMBELAJARAN DARING UNTUK ANAK SD; #Stay at Home

Ibu yang sedang mendampingi putrinya dalam proses pembelajaran daring BERTAHAN BELAJAR, DALAM DRAMA SITUASI; #Stay at Home ---------------------------------------------------------------- Lokdon, donlot, lontong, atau apalah istilah orang menyebutnya, adalah sebuah branding situasi saat ini yang nyaris melumpuhkan aktifitas dalam sendi kehidupan. Namun hal ini yang diyakini kelak akan menjadi kisah legenda pilu yang bakal terpahat dalam sejarah. Namun sudahlah, ini adalah sebuah perjalanan dunia dalam meniti masanya. Kita sebagai wayangNya setidaknya telah diberi celah otoritas sebagai khalifah di bumi untuk senantiasa berikhtiar merawat dan mengubah nasib, namun selebihnya kita patut tunduk dalam menerima putusanNya. Dalam ruang pendidikan, orang tua tetaplah orang tua dengan segenap atribut memori pada masanya. Anak-anak hari ini tetaplah manusia yang sedang menikmati dan mengukir sejarahnya. Ikuti, pelajari, dan kembangkan. Masa belajar pada usia potensi, tidak b...

RONA-RONA PEMBELAJARAN DARING UNTUK ANAK SD; #Stay at Home

Ibu yang sedang mendampingi putrinya dalam proses pembelajaran daring BERTAHAN BELAJAR, DALAM DRAMA SITUASI; #Stay at Home ---------------------------------------------------------------- Lokdon, donlot, lontong, atau apalah istilah orang menyebutnya, adalah sebuah branding situasi saat ini yang nyaris melumpuhkan aktifitas dalam sendi kehidupan. Namun hal ini yang diyakini kelak akan menjadi kisah legenda pilu yang bakal terpahat dalam sejarah. Namun sudahlah, ini adalah sebuah perjalanan dunia dalam meniti masanya. Kita sebagai wayangNya setidaknya telah diberi celah otoritas sebagai khalifah di bumi untuk senantiasa berikhtiar merawat dan mengubah nasib, namun selebihnya kita patut tunduk dalam menerima putusanNya. Dalam ruang pendidikan, orang tua tetaplah orang tua dengan segenap atribut memori pada masanya. Anak-anak hari ini tetaplah manusia yang sedang menikmati dan mengukir sejarahnya. Ikuti, pelajari, dan kembangkan. Masa belajar pada usia potensi, tidak bol...

Materi Public Speaking Calon TIM SOSIALISASI PMB INAIFAS 2020

Dibawah ini akan kami sematkan materi public speaking INAIFAS November tahun 2019:  Materi Pengantar Ilmu Komunikasi Materi Teknik Berbicara di Muka Umum

Strategi Mengatasi Anak Berkesulitan Belajar

STRATEGI MENGATASI KESULITAN BELAJAR Akhmmad Rudi Masrukhin, M.Pd.  Strategi menanggulangi kesulitan belajar merupakan bagian dari tugas dan profesionalisme seorang pendidik. Seorang siswa tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam menghadapi kesulitan belajar. Padahal anak yang mempunyai tipologi seperti inilah yang sesungguhnya memerlukan prioritas utama dalam pembelajaran. Kenakalan seorang anak atau siswa di sekolah tidak dapat diukur dari faktor hereditas (pembawaan), namun lebih lanjutnya pendidik harus mampu menganalisa lebih jauh serta mendiagnosis gejala yang terjadi dalam diri si anak tersebut.  Menurut Zakiyah Darajat: “Sekolah adalah lingkungan kedua tempat anak-anak berlatih dan menumbuhkan kepribadiannya”. [1] Jadi sekolah bukanlah sekedar tempat untuk menuangkan ilmu tetapi sekolah juga harus mendidik dan membina kepribadian si anak, di samping memberikan pengetahuann kepadanya. Karena itu, kewajiban sekolah pula untuk ikut membimbing si anak dal...